Senin, 11 Juni 2012

Batasan Anemia, Klasifikasi Anemia dalam Kehamilan, Cara Pemeriksaan TFU dengan Metlin


Batasan Anemia
Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat sahli. Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut:
*      Tidak anemia dengan Hb lebih dari 11gr%
*      Anemia ringan dengan Hb 9-10gr%
*      Anemia sedang dengan Hb 7-8gr%
*      Anemia berat dengan Hb kurang dari 7gr%

Batasan Anemia (Menurut DEPKES RI)
Kelompok
Batas Normal Haemoglobin
Anak Balita
11 gram %
Anak Usia Sekolah
12 gram %
Wanita Dewasa
12 gram %
Laki-laki Dewasa
13 gram %
Ibu Hamil
11 gram %
Ibu Menyusui > 3 bulan
12 gram %


KLASIFIKASI ANEMIA DALAM KEHAMILAN.
Klasifikasi anemia dalam kehamilan menurut Mochtar (1998), adalah sebagai berikut:
1.      Anemia Defisiensi Besi adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Pengobatannya yaitu, keperluan zat besi untuk wanita hamil, tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi.
2.      Anemia Megaloblastik adalah anemia karena kekurangan asam folat, jarang sekali terjadi anemia karena kekurangan Vitamin B12 dan Air
3.      Anemia Hipoplastik/Aplastik adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel darah merah baru.
4.      Anemia Hemolitik adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan.
5.      Anemia akibat gangguan fungsi Ginjal yaitu Gangguan atau gagal ginjal kronis dapat menyebabkan terjadi penurunan dari produksi eritropoetin (EPO), sehingga produksi sel darah merah pun akan menjadi turun.
6.      Anemia akibat Anormlitas sel darah merah atau Anemia Bulan Sabit (Sickle Cell) adalah kondisi serius di mana sel-sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit, atau seperti huruf C. Sulit bagi sel darah merah berbentuk bulan sabit untuk melewati pembuluh darah terutama di bagian pembuluh darah yang menyempit, karena sel darah merah ini akan tersangkut dan terjadilah penggumpalan, akibatnya umur sel darah merah menjadi terlampau pendek, yaitu sekitar 10 - 20 hari, sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan.dan akan menimbulkan rasa sakit, infeksi serius, dan kerusakan organ tubuh.
7.      Anemia akibat Pengeluaran Darah yang Berlebih Perdarahan baik akut maupun kronis dapat mengakibatkan terjadinya anemia. contoh pada perdarahan akut, antara lain dapat disebabkan oleh trauma, persalinan, contoh pada perdarahan kronis antara lain, batuk darah kronis, menstruasi yang berkepanjangan.

Dalam penerapan praktis pelayanan ANC, menurut Dinkes (2009), standar pelayanan minimal ANC adalah 10 T yaitu:
1.      Timbang berat badan ukur tinggi badan
2.      Ukur Tekanan Darah
3.      Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas)
4.      Ukur tinggi fundus uteri
5.      Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
6.      Skrinning status imunisasi Tetanus dan berikan Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) bila diperlukan
7.      Pemberian Tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan
8.      Test Laboratorium (rutin dan Khusus)
9.      Tata laksana kasus
10. Temu wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan. 

Cara pemeriksaan TFU dengan metlin
Menggunakan pita pengukur (metlin) yang mungkin merupakan metode akurat kedua dalam pengukuran TFU setelah 22-24 minggu kehamilan. Titik nol pita pengukur diletakan pada tepi atas simpisis pubis dan pita pengukur ditarik melewati garis tengah abdomen sampai puncak. Hasil dibaca dalam skala cm, ukuran yang terukur sebaiknya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah 22-24 minggu
Keuntungan : cukup akurat, lebih mudah, mudah dibawa, mudah dibaca hasilnya dan mudah digunakan

22-28 minggu        : 24-25 cm diatas simpisis
28 minggu               : 26,7 cm di atas simfisis
30 minggu               : 29,5 cm – 30 cm di atas simfisis
34 minggu               : 31 di atas simfisis
36 minggu               : 32 di atas simfisis
38 minggu : 33 cm diatas simfisis
40 minggu : 37 cm di atas simfisis


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar